
easy-file-locker Seperti dapat ditangkap dari namanya, Easy File Locker merupakan software yang dapat digunakan untuk mengunci file yang ingin dibatasi dan tidak sembarang orang dapat melihat atau membukanya. Easy File Locker tidak terbatas digunakan untuk memproteksi file, tetapi juga dapat digunakan untuk mengunci folder berikut sub folder dan file-file di dalamnya. Jenis proteksi yang diterapkan dengan menggunakan Easy File Locker meliputi apakah suatu file atau folder yang diatur dapat dilihat (visible) dapat diakses (accessable), dapat ditulisi (writable), dan/atau dapat dihapus (deletable).
File instalasi Easy File Locker dapat dikatakan cukup kecil, dan setelah Anda menginstal kemudian menjalankannya, maka Anda akan mendapati jendela seperti gambar berikut:
Melalui menu atau tombol yang disediakan, Anda dapat menambahkan file-file atau folder-folder yang ingin Anda atur. Masing-masing file atau folder dapat diatur bagaimana proteksi yang akan diterapkan. Di sini, mungkin Anda akan mengatur suatu file tidak dapat dilihat jika dibuka dari Windows Explorer, atau suatu folder tetap dapat dilihat melalui Windows Explorer tetapi tidak dapat diakses atau dibuka. Proteksi file dan folder menggunakan Easy File Locker ini juga akan berlaku meskipun komputer berjalan dalam Safe Mode.
Untuk membuka kembali proteksi yang diterapkan pada suatu file atau folder, maka Anda perlu kembali menjalankan program Easy File Locker untuk kemudian mengubah aturan proteksinya. Agar tidak sembarang orang dapat menjalankan Easy File Locker, maka Anda perlu mengeset password untuk menjalankan Easy File locker melalui menu System – Set Password. Jika sudah dipassword, password ini juga akan diperlukan jika ingin menguninstall Easy File Locker.
Apakah Anda mempunyai file atau folder tertentu yang ingin Anda sembunyikan atau dibatasi aksesnya? Silahkan mencoba Easy File Locker yang merupakan freeware ini, jadi Anda tak perlu membayar untuk dapat menggunakannya.
– MasEko.com
– Easy File Locker
Easy File Locker
Ahmad Darto, Rabu, 05 Agustus 2009Nokia 6300i Ponsel WiFi Terbaru
Ahmad Darto, Jumat, 03 Juli 2009
Selalu menghadirkan produk terbaru merupakan kesuksessan yang selalu diusung Nokia. Kali ini saja, produsen ponsel asal Jepang ini menghadirkan generasi terbaru dari seri Nokia 6300 yaitu, versi 6300i. Memang, dari segi bentuk dan fitur tidak memiliki perbedaan yang cukup jauh. Hanya saja, pada produk terbaru dari Nokia tersebut memiliki fitur tambahan WiFi dan VoIP.
Dari segi model Nokia 6300i memiliki layar berukuran 2 inci, 240 x 320 piksel, kamera 2MP sekaligus video recorder. Namun amat disayangkan, ponsel ini tidak memiliki layanan 3G. Padahal seperti yang kita ketahui, peran 3G begitu penting di era saat ini.
Kendati para konsumen tidak perlu khawatir, pasalnya para pengguna akan dimanjakan dengan sajian yang ditawarkan ponsel tersebut. Antara lain, radio FM, Multimedia Player, Web Browser dan Email Client serta kapasitas kartu memori hingga 4GB menjadi daya tarik tersendiri bagi peminat ponsel GSM Triband ini. Selain itu, Aplikasi Nokia Maps juga terinstall disini.
Foto: img185.imageshack.us
Leg Kedua CDSI PERSIBO Kembali 15 Juni
Ahmad Darto, Senin, 08 Juni 2009
BLI Tidak Konsisten Lagi
Badan Liga Indonesia (BLI) kembali tidak konsisten dalam penerapan jadwal delapan besar Copa Indonesia. BLI kembali menganulir pemunduran jadwal delapan besar Copa Indonesia leg kedua antara Persibo Bojonegoro dan Sriwijaya FC di Stadion Letjen H. Soedirman Bojonegoro. Karena itu, kesan yang muncul, perubahan jadwal tersebut untuk memenuhi permintaan Sriwijaya FC sebagai tim unggulan.
Sebelumnya, pada leg pertama Sriwijaya FC meminta pengunduran jadwal dari 14 Mei menjadi 28 Mei. Alasannya, Sriwijaya FC masih menjalani tour di Jawa. BLI pun menurutinya.
Kemudian, BLI menetapkan pertandingan delapan besar leg kedua Copa Indonesia antara tuan rumah Persibo dan Sriwijaya ditetapkan pada 15 Juni. Namun, BLI memundurkan jadwal leg kedua itu menjadi 16 Juni. Dan kini, BLI mengembalikan jadwal leg kedua Copa Indonesia di Bojonegoro seperti semula alias tetap 15 Juni nanti dengan alasan permintaan sponsor.
Penundaan jadwal itu tertuang dalam surat BLI tertanggal 5 Juni 2009. Surat bernomor 0660/A-04/BLI.3.1 V/2009 yang diteken Ketua BLI Andi Darussalam ini menyatakan, laga diundur karena permintaan sponsor, sehingga jadwalnya dikembalikan semula (pada 15 Juni). Surat itu juga menyertakan alasan tim tamu Sriwijaya FC yang keberatan kalau laga dilaksanakan pada 16 Juni.
Perubahan jadwal itu mengagetkan jajaran panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persibo. Ketua Panpel Persibo Kapten Inf Hendy K. mengaku terkejut dengan perubahan jadwal tersebut. Sebab, sebelumnya telah dilakukan perubahan. Namun, baru beberapa hari sudah dirubah lagi. “Dan kita baru menerima surat (pengembalian jadwal seperti semula, Red)-nya,” ungkap Hendy kepada Radar Bojonegoro kemarin (7/6).
Danramil Balen itu menyatakan, dari segi teknis memang tidak masalah karena waktunya masih panjang. Hanya, ketidakkonsistenan itu membuat pihaknya harus mengirimkan kembali surat-surat ke instansi terkait. “Padahal kita sudah kirim surat ke polres dan pihak-pihak terkait setelah menerima pengunduran jadwal beberapa hari lalu,” terangnya.
Dia memperkirakan, jumlah penonton akan menurun, sehingga pendapatan dari tiket juga bakal merosot. Alasannya, pertandingan tidak berlangsung pada hari libur, melainkan pada hari efektif, yakni Senin (15/6).
Terpisah, Asisten Manajer Bidang Teknis Persibo Imam Sardjono mengakui, pemajuan jadwal laga tak masalah. Hanya, dari sisi teknis program latihan Persibo harus kembali seperti semula. “Memang tinggal kembali ke jadwal awal termasuk program latihannya,” tegasnya. (ade/jpnn)
Kapan Kita Sungguh-Sungguh Mensyukuri Nikmat Ini?
Ahmad Darto,
Hanya-orang-orang yang tidak puas dengan nasibnya yang berkeinginan untuk bertukar nasib. Anehnya, kita tidak harus menjadi orang sengsara terlebih dahulu untuk memiliki keinginan itu. Bahkan, dalam keadaan ’serba enak’ pun kita masih ingin bertukar nasib dengan orang lain yang kita anggap bernasib lebih baik. Persis seperti pepatah lama kita; ”rumput tetangga terlihat lebih hijau…..” Tetapi, seandainya memang kita berkesempatan untuk menukar nasib dengan orang lain; apakah benar kita akan menemukan kepuasan itu?
Disebuah stasiun TV swasta ada reality show yang bertajuk ’Tukar Nasib’. Orang kaya bertukar nasib dengan orang miskin. Keluarga kaya pindah ke rumah orang miskin, dan sebaliknya. Ternyata, tidak hanya anggota keluarga kaya saja yang ’tersiksa’ dengan dunia barunya. Orang miskin yang ’berubah’ kaya pun tidak senyaman yang mereka kira sebelumnya. Diluar acara TV, kita sering mendengar orang miskin yang mendambakan kekayaan. Itulah sebabnya, begitu mudahnya menarik minat orang untuk diajak menjadi kaya. Beragam kegiatan pun ditawarkan. Dari mulai arisan fiktif, jual beli barang ’tak berujud’, atau email pemberitahuan menang lotere, hingga seminar untuk menjadi orang kaya. Nyaris semuanya laku keras, melebihi kacang goreng.
Siapa yang ingin kaya? Saya. Karena hingga saat ini, saya memang belum kaya. Bahkan tak jarang masih pusing memikirkan cara membayar tagihan dan berbagai kebutuhan rumah tangga. Siapa yang ingin kaya? Orang-orang yang kita anggap sudah kaya. Karena, mereka melihat banyak sekali orang yang lebih kaya dari dirinya. Siapa yang ingin kaya? Orang-orang yang sudah terbukti sangat kaya raya. Sebab, konon kekayaan tidak bisa membuat seseorang merasa cukup. Sehingga perburuan itu tidak memiliki garis finis.
Pergulatan semacam itu tidak hanya soal uang dan kekayaan, namun juga banyak hal lain semisal jabatan. Kita sering mengira bahwa jabatan tertentu lebih baik dari jabatan kita saat ini; terutama ketika kita lebih banyak melihat keuntungannya daripada tanggungjawab dan konsekuensi yang ditimbulkannya. Kerinduan kita akan gaji tinggi, fasilitas menggiurkan, terus bonus segunung membuat diri kita yakin bahwa; kita harus menukar nasib ini. Perkara kita bisa menangani tugas dan tanggungjawab serta konsekuensinya, itu soal belakangan. Pokoknya, kita dapat dulu itu jabatan. Sewaktu jadi staf, kita mendambakan untuk menjadi manager. Setelah menjadi Manager, kita panas hati karena seorang kawan sudah menjadi Senior Manager. Setelah menjadi Senior Manager, kita tahu bahwa gengsi ini belum cukup kalau tidak menjadi Direktur. Setelah jadi Direktur, kita bersedia melakukan apapun untuk menjadi Presiden Direktur. Dan nanti, setelah menjadi Presiden Direktur, kita pasti memiliki kejaran-kejaran baru lainnya.
Tapi, bukankah kita memang harus memiliki visi dan ambisi semacam itu? Betul. Sebab tanpa keinginan seperti itu, kita tidak akan memiliki cukup tenaga untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Jika kita mampu meraihnya, mengapa tidak? Sebab, setiap orang berhak untuk mendapatkannya. Sehingga pengejaran impian semacam itu sah-sah saja. Namun, menjadi kurang pada tempatnya ketika kita terlampau berfokus kepada ’apa yang kita iginkan’, bukan kepada ’apa yang sudah kita dapatkan’. Implikasinya, alih-alih menikmati semua pencapaian kita dengan sepenuh rasa syukur, kita malah terus-menerus merasa kurang ini dan kurang itu. Perasaan kurang akan berdampak positif, dalam konteks memotivasi diri untuk meraih pencapaian yang lebih tinggi. Namun, akan berdampak negatif jika kita kurang mensyukurinya.
Simaklah apa yang terjadi ketika kita lupa bahwa apa yang kita miliki saat ini adalah anugerah yang sangat besar. Betapapun lebih baiknya keadaan kita dibandingkan dengan orang lain, tetap saja kita merasa kurang beruntung. Jangan-jangan, sebenarnya kita ini tidak kekurangan apapun kecuali rasa syukur. Bahkan kadang kita lupa ketika bangun pagi, mendapati diri kita sehat walafiat. Padahal, bisa saja Tuhan menjadikan kepala kita pening sekali hingga tak mampu bangkit dari tempat tidur. Kadang kita lupa ketika mendapati kedua tangan dan kaki, mata dan telinga kita utuh sempurna. Padahal, bisa saja Tuhan mengambilnya kapan saja. Bahkan, kadang kita lupa bahwa hidup ini layak untuk disyukuri. Karena jika Tuhan menghendaki, bisa saja mengakhirinya kapan saja. Jadi, kapan ya kita akan sungguh-sungguh mensyukuri nikmat ini?



